Rabu, 17 Januari 2018

Kritik arsitektur | 2

Botani Square merupakan singkatan dari Bogor Botanical Square. Botanical sendiri diambil dari konsep yang diterapkan oleh IPB di mana IPB sendiri menyanding nama pertanian pada lembaganya. IPB memiliki saham sekitar 20% di Botani Square sehingga dapat dikatakan bahwa IPB merupakan pemilik mall ini.
Gambar terkait
       Botani Square adalah pusat perbelanjaan atau mal terbesar dan terkemuka di Kota Bogor. Botani Square menawarkan konsep baru kepada pengunjung, yaitu menggunakan sistem square dan merupakan pertama di Kota Bogor. Mal ini dibuka sejak pertengahan 2006 dan memiliki luas sekitar 42.000 m². Mal ini memiliki lokasi yang strategis karena berada di akses pintu masuk atau keluar Jalan Tol Jagorawi dan dekat dengan Pool Bus DAMRI. Mal ini memiliki tenant ternama seperti Giant hypermarket, Citrus Department Store, Electronic City, Botani XXI, Toko Buku Gramedia, dan masih banyak lagi. Selain itu mal ini juga terintegrasi dengan sebuah hotel ternama yaitu Hotel Santika Bogor, dan IPB Convention Hotel. Di mal ini juga terdapat ruang sidang yaitu IPB International Convention Center 
        Dari segi fasade, Botani Square yang sering disebut juga dengan Boquer, tidak begitu berbeda dengan mall-mall lainnya, yang mengambil bentuk dasar kotak. Bentuk kotak diyakini sampai sekarang sebagai bentuk yang paling fungsional dalam pemanfaatan pembentukan ruang-ruangnya, sehingga diharapkan tidak terdapat ruang sisa.
        Bentuk fasade dari Boquer ini juga menyatu dengan bentukan dari Hotel Santika yang jika dilihat dari pintu masuk utama, terletak berada di belakang bangunan Boquer dengan bentukan persegi panjang yang tegak. Hotel Santika ini juga dapat terlihat dari arah pintu keluar/masuk tol Bogor.

      Bentuk fasade dari Boquer dibuat atraktif dengan penggunaan warna-warna yang cerah, seperti orange. Berbeda dengan Hotel Santika yang didominasi warna agak muda, yaitu cream. Sehingga dapat terlihat mana perbedaan, antara bangunan hotel dan mall-nya.
Hasil gambar untuk botani square dulu
        Saat menginjakkan kaki (2010) di Mall yang beroperasi pada tahun 2006 ini, terlihat cukup banyak tumbuhan yang mengelilingi area Boquer, terutama di area parkir mobilnya. Mungkin karena mengusung nama “botani”, area penghijauan pun juga sangat diperhatikan.

Hasil gambar untuk botani square

Setelah memasuki bangunannya, di pintu utamanya terdapat dekorasi tema dari mall tersebut., sesuai bulannya. Melalui pintu utama, kita akan melihat lorong besar yang di kanan-kiri nya terdapat toko-toko, saat itu di tengah lorong tersebut juga terdapat kios-kios seperti butik yang didominasi penjualan baju batik.
        Dari lorong tersebut, kita akan dibawa ke tengah ruangan, yang terdapat void. Dari void tersebut, kita dapat melihat lantai Under Ground dari Boquer.
        Jika dilihat dari namanya, yaitu Botani Square, penggunaan kata “square” pada mall tersebut mungkin juga merujuk pada suatu lahan yang cukup luas di tengah bangunan untuk menampung kegiatan pada bangunan tersebut, sebagaimana yang telah dijelaskan sebelumnya  Yang menyatakan:
“…fasilitas gedung kawasan belanja kadang disebut plasa dan square . Baik plasa maupun square sebetulnya merujuk pada suatu lapangan terbuka yang ditujukan bagi masyakarakat untuk melakukan berbagai aktivitas, seperti halnya kita mengenal istilah alun-alun. Konsep plasa dan square ini dikombinasikan dengan konsep mal, sehingga menjadi kawasan belanja dalam gedung dengan lahan tengah  cukup luas untuk menampung berbagai kegiatan-kegiatan non reguler misalnya fashion show atau pameran mainan anak-anak.”
         Begitu juga yang terdapat pada bangunan Boquer, dari void pada Ground Floor, square itu dapat terlihat. Dan difungsikan sesuai dari tema kegiatan yang dilakukan setiap bulannya. Saat saya ke Boquer, square tersebut dijadikan tempat untuk penjualan baju atau sepatu, dan asesoris wanita lainnya, seperti butik kecil .

Gambar terkaitGround floor
Hasil gambar untuk botani square ground floorgroundfloor
Gambar terkaittop floor

Karena Boquer termasuk salah satu mall terbesar di kota Bogor yang juga didukung dengan akses yang baik, maka tidak heran saya melihat berbagai macam pengunjung yang terdapat di mall tersebut. Pada tahun 2015, (tanggal 24 Desember, malam hari) keadaan Boquer ramai sekali, di setiap sudut hampir bisa ditemui keramaian. Mungkin karena bertepatan dengan liburan dan malam Natal, sehingga banyak pengunjung yang meluangkan waktu ke Boquer, yang saat itu didominasi oleh pengunjung yang datang bersama keluarga ataupun teman-temannya. Tahun 2016 pun, (10 Januari, siang hari), saya disuguhi dengan pemandangan pengunjung yang berbeda, yang lebih didominasi oleh anak sekolah ataupun kuliah, karena waktu itu juga awal semester baru.

      Jadi, saat ini, fungsi mall tidak hanya sebagai tempat/pusat berbelanja, melainkan sudah lebih meluas, menjadi tempat untuk hang-out, refreshing, hiburan, berkumpul, dll, sebagaimana yang dapat terlihat di Botani Square Bogor.



Kritik Arsitektur |1

ITC Depok merupakan jaringan pusat perbelanjaan milik PT Duta Pertiwi Group, anak perusahan dari Sinar Mas Group yang terletak di JL Margonda Raya, tepatnya berada disebelah terminal Depok Baru.
Pusat perbelanjaan (mall) ini terdiri dari 5 lantai dan memiliki areal lahan seluas 32.000 m2 serta luas bangunan 92.000 m2, yang berisi 1.900 kios. ITC Depok merupakan cabang dari trademark ITC lainnya yang berada di daerah lain, seperti, di Jakarta. Mall ini berisi kios penjualan pakaian yang melayani secara eceran dan grosiran. Harga yang ditawarkannya juga lebih murah dari penjualan di mall-mall pada umumnya.


ITC Depok secara fasad arsitektura
menurut saya sebagai mahasiswa arsitektur secara fasade bagunan ITC Depok ini Biasa saja namun menggambarkan bahwa ini merupakan bangunan komersil yang menyajikan barang2  berharga murah namun bagus ,akan tetapi sangat disayangkan logo yang menunjukan bahwa gedung tersebut adalah sebuahpusat perbelanjaan ITC Depok malah kurang diexpose sehingga yang terlihat justru logo Carefour lah yang terpampang besar di kedua sisi bangunan tersebut sehingga mungkin tidak hanya saya saja yang akan terkecoh saat pertama kali melihat bangunan tersebut pasti akan beranggapan bahwa gedung tersebut adalah gedung carefour saja bukan sebagai pusat perbelanjaan. dan yg sangat kurang adalah sclupture yg menopang logo itc, itu seperti bangunan yg belum jadi, tidak terlalu jelas menunjukan apa. malah memperburuk pandangan menurut saya. 


ITC Depok secara landscape
sangat tidak bagus,karena dengan perbandingan besar gedung yang sebesar itu tidak diimbangi dengan landscape yang memadai dimana pengolahanyapun sangat minim sekali,hal ini sangat menggambarkan tidak terkelolanya bagunan secara keseluruhan yang hanya mementingkan komersial di dalam bangunan saja.
ITC Depok secara lokasi
lokasi yang dimiliki ITC Depok dirasa sangat lah bagus karena semuanya ada di jalan tersebut mall,pusat pemerintahan,rekreasi,kuliner,perumahan,dll yang masih sangat banyak lagi,hal tersebut didukung pula oleh sarana&prasarana transportasi yang memadai yang membuat akses menuju ITC Depok menjadi sangat mudah untuk dicapai kapan saja.

Gambar terkait

ITC Depok secara interior
Jumlah kios di dalam ITC Depok ini sangat banyak dan mungkin terlalu kecil yang tidak diimbangi dengan penyediaan jalur sirkulasi yang mencukupi sebagai perhitungan antara pengunjung yang datang,kios dengan besaran jalur sirkulasi yang tersedia sehingga apabila kita berjalan di dalamnya akan tersa sulit karena sesaknya pengunjung dengan jarak antar kios yang sempit,tidak hanya disitu saja buruknya sirkulasi di dalam ITC Depok diperparah dengan pola yang membingungkan dari pintu keluar,parkiran.lift & eskalator,sehingga untuk pengunjung yang baru beberapa kali ke sana pasti akan lupa & kesulitan dalam menemukan jalan keluar yang benar,hal ini dikarenakan luasnyaa area gedung & padatnya kios2 pedagang & penempatan eskalator yang berada di tengah gedung.

Kesimpulan:
ITC Depok sebagai pusat perbelanjaan terbesar di depok tentu banyak menyita perhatian pengunjung untuk berbelanja di sana dengan berbagai nilai plus yang dimilikinya seharusnya juga mempertimbangkan faktor kenyamanan pengunjung di dalamnya seperti yang sudah dijelaskan menurut pendapat saya diatas,sehingga gedung tersebut tidak hanya memiliki nilai komersial yang maksimal tapi juga pengunjung senang,nyaman & mudah apabila berada di area atau dalam gedung tersebut